Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:59 WIB
Rossi Sangat Perhitungkan Lorenzo dan Pedrosa
Aloysius Gonsaga AE | Jumat, 4 September 2009 | 17:10 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Tampil di rumah sendiri pada akhir pekan ini tak membuat Valentino Rossi terlalu percaya diri. "The Doctor" tetap memperhitungkan dua rival terdekatnya, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa, yang punya potensi menjegalnya di Misano, San Marino, 6 September.

Memang, letak San Marino tak jauh dari kota tempat tinggal Rossi yang hanya berjarak 15 kilometer. Karena itu, juara dunia enak kali MotoGP tersebut sangat difavoritkan untuk menjadi juara, apalagi dia pasti mendapat dukungan dari suporter.

Namun Rossi yang bakal datang sebagai pimpinan klasemen sementara dan unggul 25 poin atas Lorenzo yang merupakan rekan setimnya di Fiat Yamaha--karena pekan lalu Lorenzo juara di Indianapolis dan Rossi jatuh sehingga gagal finis--menepis anggapan itu. Menurutnya, Lorenzo dan Pedrosa akan sangat ngotot di sisa balapan musim ini, mulai dari seri 13 sampai 17.

"Sudah pasti, di sini akan sangat sulit untuk berusaha tetap berada di depan Jorge. Tapi target yang bagus adalah berusaha selalu di depan Dani, karena pada titik-titik kecepatan di trek ini, Honda dan gaya balapnya akan sangat bagus," ungkap Rossi yang pada musim ini sudah mencatat lima kemenangan--bandingkan dengan Lorenzo yang baru tiga dan Pedrosa baru satu kali.

"Kami akan start dengan target meraih podium, karena kami memerlukan poin-poin penting untuk meraih gelar juara dunia. Setelah itu, kami akan menanti lagi balapan-balapan selanjutnya," tambah pebalap berusia 30 tahun tersebut.

Sementara itu, Lorenzo yang mengakhiri rangkaian kegagalan dalam penampilan sebelumnya dengan menjadi juara di Indy, mengaku tetap percaya diri. Apalagi dia menilai, peluangnya untuk menjadi juara dunia terbuka lagi, karena saat ini hanya terpaut 25 poin dari Rossi.

"Tidak, kepercayaan diriku tetap sama," ujar pebalap Spanyol ini. "Kami tetap cepat di setiap trek dan yang berubah hanyalah soal keberuntungan atau ketika kamu terlalu berani mengambil risiko. Kami kompetitif di setiap sirkuit dan sedang belajar dari pengalaman," tambah kompatriot Pedrosa ini.

Pada awal musim ini, dominasi Rossi di GP Italia terhenti. Setelah selama tujuh tahun selalu menjadi juara di Mugello, pebalap yang sudah mencatat kemenangan lebih dari 100 sepanjang kariernya di MotoGP ini harus mengakui kehebatan Casey Stoner (Ducati) yang menjadi juara, dan dia sendiri finis di urutan tiga, di belakang Lorenzo.

Sedangkan di Misano, musim lalu Rossi menjadi juara setelah Stoner yang sempat memimpin jatuh. Lorenzo yang waktu itu berstatus rookie berada di peringkat dua dan terpaut tiga detik. Pedrosa finis di urutan empat.

Sumber :
Crash.net

Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"

Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

SEE MORE