INDIANAPOLIS, KOMPAS.com - Kemenangan di Indianapolis dan jatuhnya Valentino Rossi, membuat semangat Jorge Lorenzo untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP 2009 bergelora lagi. Pebalap Spanyol ini yakin, peluangnya untuk merebut gelar itu dari tangan Rossi kembali terbuka.
Saat ini, Lorenzo hanya terpaut 25 poin dari Rossi yang memimpin klasemen sementara. Hal itu terjadi menyusul hasil yang kontradiktif di GP Indianapolis, Minggu (30/8).
Pada balapan seri ke-12 itu, Lorenzo yang start dari posisi dua menjadi juara. Sementara itu, Rossi yang start dari posisi tiga tidak bisa menyelesaikan balapan karena jatuh. Alhasil, tambahan 25 poin membuat Lorenzo bisa memangkas jaraknya dan kini hanya tertinggal 25 poin.
Dengan lima seri tersisa untuk musim ini, masih sangat mungkin bagi Lorenzo untuk mengejar "The Doctor". Meskipun demikian, pebalap Fiat Yamaha ini mengakui, sangat sulit mengejar rival sekaligus rekan setimnya tersebut.
"Kamu tahu, sebelum balapan ini saya mengatakan bahwa hampir tak mungkin (kejar gelar juara dunia). Tetapi sekarang, saya mengatakan sulit tetapi masih mungkin," ungkap mantan juara dunia kelas 250cc tersebut.
"Jika kamu ingin menang, kamu harus selalu berada di batas akhir, dan di dua balapan terakhir saya selalu berada di posisi itu untuk berusaha meraih kemenangan, tetapi saya jatuh. Karena itu, saya agak kecewa," tambahnya.
"Har ini situasinya berubah total, dan itu terjadi pada Valentino dan Dani, dan tidak hanya untuk mereka, tetapi juga bagi saya, itu situasi yang hebat.
"Memang sulit bagi saya untuk tetap konsentrasi selama 20 lap karena saya agak bosan. Tetapi saya tidak bisa santai, karena jika kamu berpikir tentang hal lain, kamu bisa jatuh. Jadi, kamu tahu, semuanya oke. Saya bahagia di lap terakhir, dan itu terasa menyenangkan."
Selanjutnya, akhir pekan depan balapan MotoGP akan berlangsung di San Marino, yang merupakan rumah Rossi. Meskipun demikian, Lorenzo tetap optimistis dia bisa mengalahkan pebalap Italia tersebut.
"Ya, saya yakin. Memang selalu sulit mengalahkan Valentino, dan di rumahnya akan tambah sulit. Tetapi, saya suka Misano dan saya akan berusaha untuk berada di depan, paling kurang di posisi tiga besar."
