LONDON, KOMPAS.com - Andy Murray yakin, World Tour Finals di London pada akhir November ini akan menjadi momen penentuan baginya untuk menjadi petenis nomor satu dunia. Dengan selisih poin yang tidak terlalu jauh, petenis Inggris tersebut optimistis bisa menggeser Roger Federer dari puncak daftar ranking ATP.
Murray, yang telah dikonfirmasi oleh ATP akan tampil di turnamen akhir tahun tersebut, yang mempertemukan delapan petenis top dunia, kini menempati peringkat dua. Dia menggeser posisi Rafael Nadal, setelah merengkuh gelar kelimanya pada tahun ini usai menjadi juara event Master di Montreal.
"Saya pikir, di sana akan menjadi pertarungan untuk memperebutkan posisi nomor satu dunia," ungkap Murray, yang berpeluang bertemu Federer di semifinal Cincinnati Masters pekan ini.
"Itulah yang diharapkan setiap orang. Tahun ini, Tour sangat berat dan persaingan di puncak sangat ketat. Itulah yang akan kita lihat. Menyenangkan bisa lolos. Apalagi, tahun ini diselenggarakan di Inggris, sehingga sangat berarti bagi saya."
Memang, Murray sudah mematahkan dominasi Federer dan Nadal di arena tenis dunia sepanjang empat tahun terakhir. Itu dia pertegas dengan kemenangannya atas Juan Martin del Potro di final Montreal, karena dengan hasil itu Murray menggeser Nadal dari peringkat dua dunia.
Bahkan, Murray mulai mengancam posisi Federer. Petenis Swiss tersebut yang menjuarai grand slam Perancis Terbuka dan Wimbledon pada tahun ini, berada di puncak ATP dengan poin 11.040, disusul Murray dengan 9.250 dan Nadal yang baru pulih dari cedera lutut, dengan 8.665.
Agar impian itu bisa terwujud, Murray harus bisa tampil bagus di grand slam AS Terbuka akhir Agustus ini. Jika dalam duel di Flushing Meadows itu dia terus melaju dan Federer yang berstatus juara bertahan lebih cepat tersingkir, maka World Tour Finals di London 22-29 November, akan menjadi event penentuan.
