Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 01:25 WIB
Badoer Wujudkan Impiannya
A Tjahjo Sasongko | Jumat, 21 Agustus 2009 | 15:11 WIB
|
Share:

AFP/JOSEP LAGO
Luca Badoer, ditunjuk sebagai pebalap Ferrari di Valencia.

TERKAIT:

VALENCIA, Kompas.com — Pebalap pengganti dalam tim Ferrari, Luca Badoer, menyatakan, ia merupakan pebalap paling gembira di dunia ini, ketika ia mempersiapkan diri untuk tampil setelah 10 tahun tidak mengikuti perlombaan. 
   
"Ini merupakan mimpi saya. Membalap bersama Ferrari dalam perlombaan F1 merupakan mimpi sepanjang hidup saya," kata pebalap berusia 38 tahun dari Italia itu dalam temu pers Eropa Grand Prix, Kamis.  "Sekarang mimpi menjadi kenyataan dan saya kira saya menjadi pebalap paling bahagia di dunia ini," katanya.

Ketika menjawab pertanyaan dengan tenang dan sabar, Badoer yang ditanya tentang kurangnya pengalamannya dalam perlombaan, memberi jawaban dengan nada humor. "Saya baca di surat kabar, hal itu terjadi di Jepang pada 1999," kata pebalap Italia itu tentang penampilan terakhirnya di lintasan balap.

Ia menggantikan pebalap Brasil, Felipe Massa, yang mengalami kecelakaan serius di Hongaria, kemudian juara dunia tujuh kali Michael Schumacher yang akan menggantikannya akhirnya mengundurkan diri dengan alasan medis. "Balapan terakhir saya 10 tahun lalu, kurang atau lebih, tetapi dalam 10 tahun ini saya sudah melaju 150.000 kilometer," kata test driver dan teman Schumacher lebih dari satu dekade ini. 

"Saya terbiasa mengadakan dua balapan dalam sehari karena saya melakukan tes. Jadi saya tidak khawatir bila ditanyakan tentang pengalaman saya," katanya. "Bagi seseorang yang tidak pernah membalap, ini mungkin akan menjadi masalah," tambahnya. 
   
"Saya berada pada posisi yang bagus ketimbang orang yang tidak pernah turun lintasan balap. Ini membuat saya menjadi amat tenang...amat tenang," katanya. 

Badoer, yang belum pernah mendapat satu poin pun dalam 49 balapan yang pernah dilakukannya, kini akan mengendarai F60 dan akan menjalani tugas berat di lintasan balap di kota pelabuhan di Spanyol.  "Bagi saya, Valencia merupakan tempat berlomba yang mengharuskan saya mempelajari segala sesuatunya," kata pebalap yang merupakan satu-satunya pebalap Italia yang membalap untuk tim Ferrari sejak Nicola Larini berada di urutan kedua di Imola pada 1994.
   
"Saya harus membiasakan diri membawa kendaraan itu, karena sudah lama saya tidak mengendarainya. Saya harus berlatih banyak Jumat mendatang," katanya. "Saya harus terbiasa dengan cara kualifikasi yang diadakan dan saya harus terbiasa membalap lagi. Bila membalap hanya di Valencia, maka saya kurang beruntung. Makanya saya harus berusaha keras dan ini menimbulkan tekanan bahkan mungkin kesalahan," ujarnya. 

"Sebelum Felipe kembali, kendaraan itu menjadi milik saya. Jadi saya mempunyai waktu untuk memperbaiki diri dan berkembang. Saya harus berusaha melakukan yang terbaik pada kesempatan pertama ini," katanya.

Sumber :
ANT