JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Honda sudah mengakhiri spekulasi tentang kemungkinan mereka menggaet Jorge Lorenzo dari Fiat Yamaha. Menjelang balapan MotoGP di Brno, Republik Ceko, akhir pekan lalu, pabrikan Jepang itu mengumumkan bahwa Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso tetap menjadi pebalap mereka untuk musim 2010.
"Kami telah berbicara kepada Lorenzo, tetapi akhirnya kami menyimpulkan bahwa Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso tetap menjadi line-up terbaik kami. Tak ada rencana untuk memberikan motor lain kepada Lorenzo," ungkap Presiden HRC Tetsuo Suzuki di Brno.
Artinya, rumor tentang perpindahan tersebut yang mulai beredar sejak seri kedua di Jepang bulan April tertepis, dan pintu Honda sudah tertutup bagi Lorenzo. Namun, ada pintu baru yang terbuka bagi mantan juara dunia kelas 250cc asal Spanyol tersebut, yakni Ducati Marlboro.
Kabar ini diembuskan menyusul absennya Casey Stoner di tiga seri ke depan (GP Republik Ceko, Indianapolis, dan San Marino) akibat sakit. Bahkan, karena sakit yang misterius itu, masa depan Stoner di MotoGP juga menjadi tidak menentu sehingga Ducati mengambil sebuah langkah antisipasi dengan cara membuka pintu bagi Lorenzo.
Dikabarkan, Ducati menyiapkan tawaran kontrak yang nilainya antara 6,5 dan 8 juta euro per musim selama dua tahun. Sementara itu, gaji Stoner dilaporkan sekitar 3,8 juta euro (sekitar Rp 54,023 miliar) setahun.
Dengan iming-iming yang menggiurkan itu, diharapkan musim depan Lorenzo sudah bisa menjadi tandem Stoner, atau mungkin justru menggantikan posisi mantan juara dunia MotoGP 2007 tersebut, apabila kondisi pebalap Australia itu tetap tidak fit menyambut musim baru.
Memang, masa depan Lorenzo bersama Yamaha masih kabur, menyusul penolakannya terhadap tawaran kontrak baru yang ditawarkan pabrikan Jepang tersebut. Pebalap berusia 22 tahun ini menilai, tawaran Yamaha kurang bagus—dibandingkan dengan perolehan Valentino Rossi—sehingga dia belum mau menerima.
Menurut laporan surat kabar olahraga Spanyol, AS, dan majalah Riders, pendapatan Rossi dari Yamaha mencapai 14 juta euro (sekitar Rp 198,920 miliar) dan Lorenzo hanya 2 juta euro (sekitar Rp 28,446 miliar). Sementara itu, kontrak baru yang disodorkan Yamaha bagi Lorenzo mengalami kenaikan 100 persen sehingga penghasilannya menjadi 4 juta euro (sekitar Rp 56,898 miliar).
Nah, kondisi inilah yang menimbulkan rumor bahwa Lorenzo akan hengkang ke Honda dan sebaliknya Pedrosa yang akan menjadi rekan setim Rossi. Ternyata, Yamaha terkesan cuek dan membuka pintu keluar bagi Lorenzo jika tertarik untuk bergabung dengan Honda.
Namun, keputusan Honda yang mempertahankan Pedrosa dan Dovizioso membuat posisi Lorenzo menjadi limbung. Sebaliknya, Yamaha memiliki posisi tawar yang lebih bagus, apalagi Lorenzo sendiri sudah mengatakan bahwa dia sangat menyukai YZR-M1 sehingga tetap memprioritaskan Yamaha. Artinya, Lorenzo harus menerima apa pun keputusan Yamaha, jika dia masih ingin memiliki tim untuk MotoGP musim depan.
Situasi ini coba dimanfaatkan oleh Ducati yang siap menggaetnya. Apakah bisa terwujud? Kita tunggu saja kabar selanjutnya. (CRS)

Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"
Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

