SENTUL, KOMPAS.com — Menjelang balapan di Sirkuit Sentul, pebalap muda Rio Haryanto mengalami beban berat. Tampil di hadapan publik sendiri atau di negeri sendiri membuatnya merasa harus menang.
"Saya tahu balapan di negeri sendiri memberi banyak tekanan, tetapi saya berusaha tidak memikirkannya," kata Rio (16).
Pemuda asal Solo ini tengah berusaha mewujudkan ambisinya menggondol gelar juara Formula BMW Pacific 2009. Laga di Sentul, Jawa Barat, berlangsung pada Sabtu (15/8) dan Minggu (16/8). Selama dua hari perlombaan itu, digelar empat balapan.
Rio kini berada di posisi ketiga klasemen. Dengan 64 poin, ia ketinggalan 23 angka dari pemuncak klasemen Gary Thompson asal Irlandia.
Pada Jumat (14/8) sore, Rio melakoni sesi latihan terakhir. Ia harus puas berada di posisi ketiga. Catatan waktunya lebih lambat ketimbang Thompson dan Fahmi Ilyas asal Malaysia.
Rio mencetak waktu lap terbaik dalam latihan 1 menit 33,513 detik. Thompson berada di posisi kedua dengan waktu lap terbaik 1 menit 33,277 detik.
Fahmi memperlihatkan kinerja mengesankan. Ia berada di puncak dengan waktu lap 1 menit 32,979 detik, dan menjadi satu-satunya pebalap dengan catatan waktu lap terbaik di bawah 1 menit 33,00 detik.
Rio mengakui kinerja Fahmi dan Thompson lebih baik ketimbang dirinya. "Walau pun tadi memakai ban baru, mobil saya tidak akan bisa menyamai waktu yang dicetak mereka," jelasnya.
Rio tidak mengganti ban pada sesi latihan terakhir karena sudah melakukannya pada sesi latihan sebelumnya, Jumat siang. "Saya akan berusaha sebaik mungkin dalam kualifikasi Sabtu sehingga paling tidak dapat menembus tiga besar," katanya.
Pebalap Indonesia lainnya yang berlaga di ajang Formula BMW Pacific adalah Dustin Sofyan. Ia menempati posisi ke-10 (1 menit 34,802 detik). Keduanya tergabung dalam tim Meritus.
