Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 00:46 WIB
Karate Gagal Total
Gatot Widakdo | Kamis, 6 Agustus 2009 | 18:35 WIB
|
Share:

SHUTTERSTOCK

BANGKOK, KOMPAS.com - Karateka Indonesia gagal meraih hasil maksimal pada laga pertama di Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, (6/8). Donny Darmawan yang turun di kelas 60 kilogram menyerah 1-2 (5-5) dari karateka asal Kuwait, Qasem Mohammad di babak perempatfinal.  

 

Penampilan Donny melawan Qasem sebenarnya cukup baik dengan gaya oitsuki dan giautsuki. Perlahan namun pasti Donny mendulang angka satu per satu dan membuat keunggulan 5-3.  

 

Petaka terjadi ketika pertandingan tinggal menyisakan 14 detik. Secara bersamaan Donny harus menerima pukulan lawan serta hukuman dari wasit karena dinilai sengaja menghindar dengan mundur.  

 

Akibatnya Qasem diuntungkan dan diberi tambahan dua angka, sehingga kedudukan menjadi 5-5 yang bertahan sampai waktu normal selesai. Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di awal laga, Donny kembali kecolongan dan bahkan tertinggal 2-0.  

 

Dia baru bisa bangkit dan membuat satu angka saat pertandingan tersisa satu menit. Harapan Donny melaju ke semifinal akhirnya kandas setelah sampai laga usai gagal menambah angka.  

 

Pelatih Karateka Syamsudin merasa kecewa dengan keputusan juri. Menurutnya, Donny tidak layak diganjar pelanggaran karena dia mundur bukan karena menghindar tetapi karena kena pukulan. Saya sang at menyayangkan keputusan juri dan tidak seharusnya Donny kalah. Walau demikian kami tidak akan protes, ujar Syamsudin.  

 

Hasil mengecewakan juga diraih karateka putri Indonesia Dyah Puspitasari. Turun di kelas 50 kilogram, Dyah langsung tersingkir di babak pertama oleh karateka tuan rumah Torrattana Wathana Yanisa dengan skor telak 8-1.  

 

Di cabang karate Indonesia masih menyisakan lima kelas yang empat kelas di antaranya akan dimainkan hari Jumat ini. Juara SEA Games XXIV, Ismail Anwar akan menjadi andalan Indonesia di kelas 67 kilogram.