Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 00:42 WIB
Memprihatinkan, 33 Atlet Ternyata Dari Luar DIY
Lukas Adi Prasetya | Rabu, 5 Agustus 2009 | 20:38 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Memprihatinkan dan memalukan. Ternyata Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) X di DIY belum menunjukkan aspek fairplay. Sebanyak 33 atlet diketahui bukan berasal dari DIY. Dari 33 atlet tersebut, 31 atlet berlaga di cabang sepak takraw, dan dua yang lain berlaga di tenis lapangan.

Dari 31 atlet sepak takraw ini, 14 atlet tergabung di kontingen Kota Yogyakarta, yakni Budianto, Purwanto, Yulio Feri, Miftakhul, Panji Kerso, Abdul Kohar, Agus Juwianto, Sholikatun, Dini Mitasari, Diana Widiastuti, Hana Yunita, Masudah, Panti Oktaviani, dan Dani Slamet. Abdul adalah atlet nasional yang berasal dari Jepara.

Sedangkan 9 atlet sepak takraw yang membela kontingen Kulon Progo, adalah Donny Hastoro, Mutoif, Sawaludin, Roger tato, Elis Yuningsih, Ristiya Nur Satria, Uswatun Khasanah, Dimas Lucky, dan Nurfitriana.

Adapun, 8 atlet sepak takraw ada di kontingen Bantul, yakni Ahmad Sonhaji, Haryono, Muflikin, Muhammad Taufik, Siti Aminah, Fitri Sulistyaningrum, Wiwik Yunitaningrum, dan Sunayah. Sedangkan dua atlet di tenis lapangan, yakni Ratna dan Sakiah, masuk ke kontingen Gunung Kidul.

Ke-33 atlet ini berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Purworejo, Banyumas, Jepara, Purbalingga, Magelang, Blora, Demak, dan Surakarta.

Ketua Umum KONI DIY GBPH Prabukusumo, sangat marah dan jengkel dengan kenyataan ini. Kepada wartawan, ia mengaku tidak habis pikir dan merasa tertampar karena lolosnya atlet dari luar DIY untuk bertanding di Porprov. "Mereka dinyatakan diskualifikasi," ucapnya.