Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:31 WIB
Atlet Berprestasi Dapat Jadi Embrio Kontingen PON
Harry Susilo | Jumat, 31 Juli 2009 | 21:19 WIB
|
Share:

SOLO, KOMPAS.com - Atlet kabupaten/kota yang berprestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XIII/2009 dapat menjadi embrio pada kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Porprov dapat menjadi ajang untuk menempa mental atlet sekaligus memantau perkembangan kemampuannya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah Sukaha di Kota Solo, Jumat (31/7).

Untuk itu, lanjut Sukahar, tinggi rendahnya prestasi yang diraih seorang atlet dalam proprov juga menjadi bahan evaluasi bagi pengurus KONI di tingkat kabupaten/kota.

Untuk mengetahui perkembangan atlet, diperlukan kompetisi seperti Porprov. Apalagi untuk atlet yang masih junior, ucap Sukahar.

Kepala pelatih cabang sepatu roda Kota Semarang Enrico Juliarta mengatakan, porprov tidak bisa dijadikan sebagai ajang seleksi bagi kontingen PON Jateng secara langsung mengingat penyelanggaraan PON masih cukup lama, yaitu pada tahun 2012.

Namun, atlet-atlet yang berprestasi bisa disiapkan masuk kontingan PON dengan sistem pelatihan daerah jangka panjang. Hal ini untuk melihat perkembangan atlet tersebut, ucap Enrico.

Rodra Ciptaning Cipunegoro, atlet nasional sepatu roda yang membela Kota Semarang pada Porprov 2009, mengakui, kompetisi multicabang seperti Porprov merupakan ajang yang tepat bagi pengurus olahraga di tingkat provinsi untuk mencari bibit-bibit baru untuk regenerasi.

Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan pengganti dari atlet-atlet Jateng yang berprestasi di tingkat nasional. Hal ini bisa memacu motivasi atlet-atlet muda, kata Rodra.

Manajer tim cabang panjat tebing Kabupaten Banyumas Aji Siswantoro menambahkan, prestasi yang dicapai atlet nasional pada porprov tidak bisa dijadikan cerminan pada PON mengingat skala kompetisinya berbeda. Jika ingin mengetahui gambaran prestasi atlet tersebut pada PON, setidaknya dari kejuaraan nasional, ujarnya.

Protes

Dalam penyelenggaraan Porprov kali ini, sempat diwarnai protes dari beberapa cabang seperti sepatu roda dan renang. Atlet sepatu roda Kota Semarang Agita Mursito, bahkan terkena hukuman skorsing tidak bisa mengikuti pertandingan selanjutnya karena melancarkan protes tersebut.

Di cabang renang, protes diajukan kontingen Kota Nagelang karena salah satu atletnya Ameliana Kurniawan harus berbagi emas dengan Margaretha, dari Kabupaten Banjarnegara karena memiliki catatan waktu yang sama pada nomor 50meter gaya dada putri.

 

 

 

 


Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"

Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

SEE MORE