BANDUNG, KOMPAS.com — XL Aspac Jakarta akhirnya menjadi lawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta pada final Indonesian Basketball League (IBL) setelah dengan susah payah menumbangkan Garuda Flexi Bandung dengan skor 70-65. Manajemen Garuda meminta maaf atas kegagalan tersebut.
Garuda tampil perkasa pada tiga kuarter pertama. Namun, pada penghujung kuarter ketiga, Aspac mulai bangkit. Lemparan tiga angka guard senior AF Rinaldo Sinaga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 41-41.
Tambahan empat poin yang disumbangkan Kelly Purwanto dan Agustinus Sigar kembali membawa Garuda unggul. Kuarter ketiga ditutup dengan tembakan Antonius Joko yang akurat. Skor menjadi 45-43, masih untuk Garuda.
Pada awal kuarter keempat, dua lemparan bebas Isman Thoyib menyamakan kedudukan. Namun, Hendrik Agustinus segera membalasnya dengan tembakan dua angka. Susul-menyusul angka pun berlangsung seru.
Garuda berpeluang memperlebar selisih bila saja lemparan bebas Mario Wuysang berhasil melesak. Pelanggaran Denny Sumargo atas Isman saat pertandingan kurang dari 7 detik menjadi awal petaka bagi Garuda. Isman tidak menyia-nyiakan dua kali lemparan bebas untuknya dan menyamakan kedudukan menjadi 60-60 sehingga kedua tim harus menempuh perpanjangan waktu.
Lima menit masa tambahan waktu ini dibuka dengan lemparan tiga angka Xaverius Prawiro. Mental pemain Garuda tampak semakin tertekan. Riko Hantono menyumbang satu lay-up dan dua lemparan bebas. Rinaldo mengubur harapan Garuda melaju ke babak final dengan dua lemparan bebasnya saat pertandingan menyisakan waktu kurang dari lima detik. Skor akhir 70-65 untuk Aspac.
Pemain senior Garuda I Made Sudyadnyana menjadi penyumbang poin terbanyak bagi timnya, yaitu 15 angka. Sedangkan Rizky Effendi menjadi bintang bagi Aspac dengan mencetak 19 angka. Saking ngototnya bermain, Rizky terkena foul out menjelang akhir kuarter keempat.
Minta maaf
Seusai pertandingan, Manajer Garuda Simon Pasaribu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Garuda karena gagal memenuhi target ke babak final. Terima kasih tak terhingga untuk pendukung di Bandung. Namun, hasil pertandingan tadi tidak sesuai dengan yang kami rencanakan. Kami gagal membawa Garuda ke final, ujar Simon yang tergesa-gesa meninggalkan konferensi pers.
Sebelumnya, Simon menegaskan, basket membutuhkan kerja sama tim yang kuat. Pemain kami masih belum bisa melepaskan egonya. Masih ada yang merasa menjadi bintang, ujarnya tanpa menjelaskan hal itu merujuk pada siapa.
Asisten Pelatih Garuda Edy Suganda pun menyampaikan hal serupa. "Saya mewakili seluruh staf pelatih. Kami sepakat bahwa kegagalan ini merupakan tanggung jawab kami sepenuhnya, bukan kesalahan siapa pun," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Aspac Mayckel Ferdinandus mengungkapkan, peran AF Rinaldo menjadi pemompa semangat pemain lainnya. Kami menurunkan Rinaldo atas permintaan publik basket Bandung karena dia besar di sini (Bandung). "Dia juga bisa menjadi pemimpin yang baik bagi pemain muda," katanya.
Partai final akan dimulai pada 25 Juli dengan sistem best of five. Satria Muda, sebagai pemuncak klasemen babak reguler, berhak menggelar tiga kali partai kandang.

Skuad Inggris Diumumkan Tanpa Nama Ferdinand
Manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawanya ke Piala Eropa 2012.


