KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Garuda Balas Kekalahan
Laporan wartawan KOMPAS Herlambang Jaluardi
Minggu, 12 Juli 2009 | 20:00 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com-Tim Garuda Flexi Bandung memaksa XL Aspac Jakarta untuk menjalani laga ketiga babak final four Indonesian Basketball League (IBL). Garuda memenangi pertandingan kedua dengan skor 65-60 di GOR C-Tra Arena Bandung, Minggu (12/7).

Guard Garuda Denny Sumargo menjadi pahlawan bagi timnya dengan mencetak 21 poin. Garuda berhasil membenahi penyelesaian akhir mereka setelah pada pertandingan sebelumnya, sektor tersebut bermasalah sehingga takluk 54-55 dari Aspac.

Kemenangan Garuda juga tertolong berkat hadiah lemparan bebas sebanyak 30 kali sepanjang pertandingan yang menambah 17 angka. Sedangkan Aspac hanya mendapat 12 kali lemparan bebas yang menghasilkan 7 angka.

Pada kuarter pertama, Aspac tidak mencetak satu poin pun selama tiga menit awal. Akibatnya mereka tertinggal 0-5. Dua menit menjelang akhir kuarter ini, tembakan Xaverius Prawiro nyaris memperpendek selisih angka menjadi 12-13.

Namun, Garuda kembali memperlebar selisih angka melalui dua kali tembakan bebas Gagan Rahmat, dan satu lay-up Nico Donda. Terakhir, tembakan tiga angka Mario Wuysang menutup kuarter pertama dengan kemenangan bagi Garuda 20-15.

Aspac menggebrak awal kuarter kedua dengan enam angka sekaligus yang disumbangkan forward Rizky Effendi sehingga berbalik unggul 27-22. Adapun Garuda kembali bermasalah dengan penyelesaian akhirnya sehingga mereka kalah 33-34 di kuarter ini.  

 

Serangan Garuda lebih beringas pada kuarter terakhir. Melalui sebuah serangan balik yang cepat, Denny Sumargo menambah dua angka melalui lay-up sehingga kedudukan menjadi 52-53. Lay-up Denny kembali menambah angka setelah se belumnya ia mencuri bola yang sedang dikuasai Joko. Bola tersebut mengarah kepada Mario yang segera dikembali kan kepada Denny sehingga garuda berbalik unggul 54-53.

Garuda semakin jauh meninggalkan Aspac dengan enam angka tambahan dari Cokorda, dan dua angka dari Denny dan Wuysang. Tembakan tiga angka Xaverius dan dua angka Riko Hantono saat pertandingan menyisakan waktu sekitar 15 detik gagal menyusul ketertinggalan poin sehingga Aspac kalah 60-65.

Asisten Pelatih Aspac Mayckel Ferdinandus enggan mengomentari kepemimpinan wasit yang banyak memberikan tembakan bebas bagi Garuda. Biar sajalah. Wasit tahu apa yang dia putuskan. "Yang jelas, konsentrasi anak-anak agak terganggu," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Garuda Edy Suganda mengatakan, timnya berhasil merebut momentum sehingga bisa memenangi pertandingan tersebut. Momentum yang ia maksud adalah saat Denny melakukan dua kali lay-up berturut pada kuarter terakhir.

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.