JAKARTA, KOMPAS.com - Jarno Trulli menaruh harapan yang besar agar Toyota tampil ciamik ketika tampil di GP Jerman akhir pekan ini. Pebalap Italia tersebut ingin menggapai kembali prestasi satu dekade lalu ketika dirinya masuk jajaran tiga besar dan bisa naik podium.
Trulli terakhir kali menjadi runner up di GP Eropa tahun 1999. Melihat performa Toyota yang terus membaik, terutama dalam dua seri terakhir, dia optimistis impiannya tersebut bisa terwujud.
"Nurburgring merupakan trek yang saya tahu dengan baik. Selain itu, saya juga memiliki beberapa hari yang baik di sana, terutam tahun 1999 ketika finis dan naik podium untuk pertama kalinya di F1," ungkap Trulli seperti yang dilansir Autosport, Senin (6/7).
"Saya selalu optimistis, dan pasti sangat menyenangkan ketika bertarung lagi untuk meraih podium, setelah 10 tahun tak pernah merasakannya lagi. Kami telah menunjukkannya saat kualifikasi di Silverstone, bahwa kami kompetitif, meskipun hasil saat balapan tidak terlalu menggembirakan. Karena itu saya berharap, akhir pekan ini bisa meraih hasil bagus.
"Ini adalah balapan penting bagi tim dengan pabrikan yang jaraknya hanya satu jam, sehingga itu memberikan saya motivasi yang lebih untuk meraih sukses akhir pekan ini. Saya tahu kami pasti akan mendapat banyak dukungan, sehingga saya berharap bisa memberikan kepada mereka hasil seperti yang diinginkan bersama."
Menyambut GP Jerman yang merupakan seri kesembilan musim 2009, Toyota melakukan sejumlah perubahan dengan adanya update pada mobil. Harapannya, mereka bisa menuai poin yang lebih banyak lagi untuk mendongkrak posisinya di klasemen sementara.
Untuk kagegori pebalap, Trulli menghuni posisi lima dengan total poin 21,5. Dia tertinggal 42,5 dari pebalap Brawn GP, Jenson Button, yang berada di puncak. Sedangkan untuk kategori konstruktor, Toyota di urutan tiga dengan 34,5 poin dan terpaut 70,5 dari Brawn.

Skuad Inggris Diumumkan Tanpa Nama Ferdinand
Manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawanya ke Piala Eropa 2012.


