Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 07:33 WIB
Dua Atlet Indonesia Terjangkit Virus H1N1
A Tjahjo Sasongko | Senin, 6 Juli 2009 | 18:40 WIB
|
Share:

BATAM, KOMPAS.com — Dua atlet Indonesia, yaitu Faroq Togologe dan Tiffany Adam, dinyatakan positif tertular virus influenza A-H1N1 di Singapura. Hal itu dikatakan Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI di Singapura, Yayan G Mulyana, Senin (6/7).
  
"Faroq dikarantina di Singapore General Hospital mulai Minggu, sedang Tiffany mulai tadi pagi di hall khusus National University of Singapore (NUS)," kata Yayan. Ia mengemukakan, otoritas kesehatan Singapura menyatakan kedua atlet itu  "affected " (positif tertular) virus H1N1.

Faroq semula dijadwalkan mengikuti Asian Youth Games 2009, sedangkan Tiffany, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, akan berlaga di cabang tenis lapangan dalam Triennial Intercasity Games yang merupakan kejuaraan olahraga antaruniversitas negeri se-Asia di Singapura.

Menurut Yayan, berhubung dengan semakin banyaknya pendatang dan warga Singapura yang terjaring dalam pemeriksaan H1N1, maka tempat perawatan kasus tersangka atau yang positif terjangkit virus tersebut kini tersebar di beberapa tempat, tidak hanya di rumah sakit. "Tiffany meski dirawat dalam karantina di NUS setiap hari akan diperiksa petugas dari Kementerian Kesehatan Singapura," kata Yayan.
  
Kementerian Kesehatan Singapura, Minggu, merilis 52 kasus baru H1N1 sehingga dalam beberapa bulan ini jumlah pasien mencapai 1.003 orang, terdiri dari 591 orang lokal dan 412 pendatang.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI di Singapura mengimbau orang Indonesia untuk sementara ini menunda keberangkatan ke Singapura bila tidak ada urusan yang sangat mendesak. "Meski belum ada 'travel warning' dari pemerintah pusat, lebih bijak menunda keberangkatan daripada terjaring dan harus membayar mahal segala biaya pemeriksaan dan perawatan di sini," katanya.

Semula, Pemerintah Singapura melayani pasien kasus H1N1 secara cuma-cuma, tetapi karena sudah kian banyak pasien, maka setiap orang yang diperiksa dan dirawat untuk kasus tersebut harus membayar sendiri.

 Baru-baru ini, seorang WNI dijaring tim kesehatan Singapura karena pilek. "Meski ternyata kasusnya demam berdarah dengue, yang bersangkutan harus membayar sendiri 10.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 70 juta," kata Yayan. 

Sumber :
Ant

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE