ASSEN, KOMPAS.com — Valentino Rossi berhasil menempati pole position untuk balapan di Assen, Sabtu (27/6). Pebalap Fiat Yamaha tersebut mencatat waktu tercepat pada babak kualifikasi yang berlangsung Jumat, mengungguli Jorge Lorenzo dan Casey Stoner yang berada di posisi tiga dan empat.
Meskipun demikian, Rossi yang mengincar kemenangan ke-100 di ajang MotoGP saat balapan di Assen ini tak mau jumawa. Pebalap Italia berusia 30 tahun itu tetap memperhitungkan dua rivalnya tersebut, yang saat ini sama-sama mengumpulkan 106 poin dan memimpin klasemen sementara.
Ya, untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, tiga pebalap teratas mengumpulkan poin yang sama menjelang balapan di Assen. Jadi, duel di Belanda ini menjadi sangat krusial karena siapa yang terdepan akan memimpin klasemen.
"Terutama Stoner dan Lorenzo, mereka pasti sangat tangguh di balapan ini. Tetapi kami sudah memiliki kecepatan yang bagus dan saya merasa nyaman dengan motor ini," ungkap Rossi.
"Kami telah mencoba beberapa modifikasi saat latihan untuk memahaminya lebih baik. Ada dua atau tiga bagian dari trek yang saya harap mungkin diperbaiki untuk besok."
Juara dunia enam kali MotoGP ini juga menambahkan, dia sangat senang dengan pole yang diraih kali ini karena cuaca saat kualifikasi sesuai dengan harapannya.
"Saya sangat senang karena pole position selalu memberikan rasa yang luar biasa. Tahun ini saya baru mendapatkannya satu kali di Motegi, dalam kondisi yang sulit. Tapi kali ini benar-benar pole position yang menyenangkan karena saya melahap lap dengan baik sampai akhir.
"Selalu sulit berada dalam keramaian karena pada tujuh atau delapan menit terakhir, lima pebalap selalu berada di belakangku. Karena itu, saya harus paham dengan baik kapan harus melaju.
"Ini adalah waktu lap yang bagus, saya senang dengan setelan motor. Saya bekerja dengan baik bersama tim dan tampaknya Yamaha cocok dengan trek ini. Karena itu, kami akan menunggu sampai besok dan berharap cuacanya juga bagus," pungkas Rossi yang berstatus juara bertahan.

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

