JAKARTA, KOMPAS.com - Satu-satunya wakil Indonesia di partai tunggal putri, Maria Febe Kusumastuti, gugur di perempat final Djarum Indonesia Open Super Series 2009. Dia gagal melewati adangan pemain Wang Lin.
Pada permainan selama 27 menit itu, Febe menyerah dari unggulan ketiga tersebut game langsung dengan skor 11-21 10-21.
"Ini baru pertama kali saya ketemu Wang Lin. Kaget juga, dia kan kelasnya lebih tinggi," kata Febe usai bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Jumat (19/6).
Meskipun kecewa dengan hasilnya, permainan melawan Wang itu diakui Febe menjadi tambahan motivasi baginya.
"Pemain China itu kan kuat. Dari pertandingan itu saya bisa ambil ilmu, seperti kecepatan dan konsistensi dari Wang," tambah Febe.
Bagi pemain berusia 20 tahun itu, keikutsertaannya di turnamen berhadiah total 250 ribu dolar AS itu memberikan kenangan tersendiri.
"Ada senang dan kecewa juga. Senang karena tambah pengalaman dan ilmu, kecewa karena saya tidak bisa menang, baru bisa sampai sini saja," kata pemain yang bergabung dengan klub Djarum Kudus itu.
China mendominasi
Dengan melajunya Wang Lin ke babak semifinal, China telah memastikan satu tempat di babak final partai tunggal putri turnamen berhadiah total 250 ribu dolar. Wang Lin yang merupakan peringkat tiga dunia, akan ditantang rekan senegaranya, Xie Xingfang pada babak semifinal.
Xingfang sebelumnya memastikan tempatnya dengan menang atas satu-satunya pemain asal Jepang, Sato Sayaka. Peringkat lima dunia itu menekuk Sato dalam pertandingan yang berlangsung 31 menit dengan skor akhir 22-20 21-13.
Wakil tunggal putri China lainnya, Lu Lan akan berhadapan dengan unggulan keenam asal India, Saina Nehwal. Lu Lan yang merupakan unggulan ketujuh, lolos setelah menang 21-10 11-21 22-20 atas unggulan kedua yang juga rekan senegaranya, Wang Yiwan.

Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"
Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

