Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 19:54 WIB
Sejak Motegi, Pedrosa Jadi Top Skor
Aloysius Gonsaga AE | Rabu, 27 Mei 2009 | 17:16 WIB
|
Share:

MUGELLO, KOMPAS.com — Selama balapan MotoGP musim 2009 yang akan memasuki seri kelima pada akhir pekan ini di Mugello, Italia, Dani Pedrosa belum sekali pun menjadi juara. Meskipun demikian, pebalap Repsol Honda itu menjadi top skor alias pengumpul poin terbanyak di tiga putaran terakhir.

Jagoan asal Spanyol ini hanya "gagal" pada seri pembuka di Qatar, ketika dia finis di urutan 11. Namun, pencapaiannya waktu itu bisa diterima karena dia belum pulih 100 persen dari cedera.

Namun sejak GP Jepang di Sirkuit Motegi, Pedrosa mulai memberikan bukti bahwa dirinya memang layak diperhitungkan sebagai salah satu favorit juara dunia 2009. 52 poin berhasil diraupnya pada tiga seri terakhir, unggul dua atas pimpinan klasemen sementara Jorge Lorenzo, terpaut 7 dari Valentino Rossi dan 12 lebih banyak dari Casey Stoner.

Ini yang membuat Pedrosa kini bersaing ketat di papan atas, meskipun sekarang dia berada di posisi paling bawah dibandingkan dengan rival-rivalnya tersebut. Dengan total raihan 57 poin, Pedrosa di urutan empat, di mana posisi teratas diduduki Lorenzo (66 poin), disusul Stoner (65) dan Rossi (65).

Nah, perbedaan poin yang tipis tersebut membuat Pedrosa terus terpacu untuk mempertahankan performanya. Karena itu, dia kembali memasang target untuk naik podium di GP Italia pada akhir pekan nanti—kalau bisa mengakhiri rekor kemenangan Rossi yang juara di Mugello selama tujuh musim terakhir.

"Balapan di Mugello selalu spesial karena sirkuit ini benar-benar memberikan tantangan, dan para fans sangat antusias menyaksikannya. Saya akan ke sana dengan pikiran yang tenang. Dengan posisi di klasemen sementara dan melihat persoalan yang kami hadapi selama musim dingin, tampaknya tidak terlalu buruk," ungkap Pedrosa.

"Tambahan lagi, saya senang dengan kecepatanku di Perancis, yang membuktikan bahwa kondisi fisikku sudah bagus dan saya bisa melaju dengan kencang sampai akhir balapan. Itu adalah poin penting untuk tampil di Mugello, karena trek itu membutuhkan kondisi fisik yang prima.

"Saya pikir, balapan ini pasti sulit karena merupakan rumah dari rekan setimku (Andrea Dovizioso) dan beberapa rivalku—serta Ducati yang sudah banyak melakukan tes di sini. Tetapi saya tetap menantikan tantangan ini. Kami harus terus bekerja untuk melakukan perbaikan pada mesin sehingga bisa meraih hasil maksimal," pungkasnya.

Pada dua musim terakhir di Mugello, Pedrosa selalu naik podium. Tahun 2008 dia finis peringkat tiga dan 2007 menjadi runner-up. Prestasi terbaik pebalap yang mengenakan nomor 3 itu adalah menjadi juara tahun 2005, tetapi masih berlaga di kelas 250cc. (CRS)


Skuad Inggris Diumumkan Tanpa Nama Ferdinand

Manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawanya ke Piala Eropa 2012.

SEE MORE