SAKHIR, KOMPAS.com — Toyota meraih hasil yang "buruk" di GP Bahrain, Minggu (26/4). Menguasai grid pertama karena start dari posisi satu dan dua, mereka justru hanya menempatkan satu pebalapnya di podium terakhir karena finis di urutan tiga.
Ya, di Sirkuit Sakhir itu, Toyota mendominasi mulai dari latihan bebas sampai dengan babak kualifikasi. Alhasil, Jarno Trulli meraih pole position, sedangkan Timo Glock start dari posisi dua.
Namun, hasil saat balapan sungguh mengecewakan. Sempat memimpin di awal lomba, dua pebalap Toyota itu tergeser sehingga Trulli hanya finis di posisi tiga dan Glock harus menerima kenyataan yang lebih pahit lagi, hanya berada di urutan tujuh.
Ini yang membuat Presiden Toyota John Howett kecewa. Dia menyalahkan strategi skuat Jepang tersebut karena dinilai terlalu konservatif dalam menggunakan strategi balapan di Bahrain.
Menurut Howett, keputusan tim menggunakan ban keras di sirkuit tersebut harus dibayar mahal. Padahal, seharusnya Toyota berani menggunakan ban lunak.
"Kami seharusnya menggunakan ban lunak untuk balapan yang panjang ini. Kami memiliki opsi untuk tiga kali atau dua kali masuk pit stop," ungkap Howett kepada Autosport.
"Dan, kami khawatir bahwa ban lunak tak memungkinkan mobil mengisi bahan bakar sampai penuh serta menghadapi kondisi di sana. Saya pikir, strategi itu salah. Kami ternyata lebih lambat ketika menggunakan ban keras dan saya pikir, itulah yang membuat kami kehilangan banyak kesempatan.
"Dengan demikian, wajar jika kami kecewa. Jika melihat tiga tahun lalu, kami sangat gembira karena finis di posisi tiga. Tapi sekarang, kami sedih karena aroma kemenangan sudah tercium, tetapi hasilnya hanya masuk peringkat tiga," tegasnya seraya menambahkan, dia tetap menghormati kerja keras tim.
"Kami lapar kemenangan sehingga takut membuat kesalahan. Ini yang menyebabkan kamu membuat keputusan konservatif sehingga kemenangan di depan mata menjadi sirna. Tetapi kami tetap gembira dengan kinerja tim karena para teknisi bisa membuat mobil lebih kencang dan solid," pungkas Howett.

Skuad Inggris Diumumkan Tanpa Nama Ferdinand
Manajer tim nasional Inggris, Roy Hodgson akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan dibawanya ke Piala Eropa 2012.

