JAKARTA, SELASA- Setelah tampil di reli Swedia dan reli Argentina, pereli Indonesia Subhan Aksa yang turun di nomor Production Car World Rally Championship atau PWRC pada reli dunia 2008 bakal menjajal lintasan sulit reli Acropolis, Yunani 29 Mei hingga 1 Juni mendatang. Subhan yang didampingi navigator Hade Mboi di bawah bendera Indonesia Rally Team tengah mengejar poin pertamanya musim ini.
Pada seri pembuka di lintasan salju Swedia, pereli muda ini tampil melebihi harapan setelah mampu menerobos perinkat 10 besar atau dua tingkat lagi untuk bisa memperoleh poin. Target awal di Swedia sebenarnya hanya bisa finis dengan selamat.
"Dari enam seri yang rencananya diikuti musim ini, target Subhan sebenarnya hanya masuk finis pada dua seri terakhir. Keikutsertaan Subhan di PWRC adalah untuk persiapan bisa naik kelas di WRC saat Indonesia menjadi tuan rumah salah satu seri tahun 2010 nanti," kata Mago Sarwono, Manajer Indonesia Rally Team.
Menurut Mago, reli Acropolis termasuk salah satu seri yang sangat sulit. Lintasan reli berupa gravel berdebu dan sangat panas. Reli Acropolis diselenggarakan di kawasan di luar Kota Athena, Yunani, dan tahun ini merupakan penyelenggaraannya yang ke-51. Lintasannya termasuk lintasan cepat namun sangat berat bagi pembalap maupun kendarannya karena lintasan juga sangat berdebu.
Selain itu, seperti disebut situs wikipedia.org, karena diselenggarakan di musim panas, suhu di kabin mobil bisa mencapai 50 derajad celsius hingga pembalap harus menyiapkan fisik dengan baik untuk menaklukkan lintasan.
Setelah seri Acropolis, Subhan dijadwalkan untuk mengkuti tiga seri lagi. Setiap pembalap yang tampil di PWRC harus mengikuti minimal enam seri dari delapan seri yang ada. Manajemen Indonesian Rally Team memilih reli Swedia, reli Argentina, reli Acropolis, reli Finlandia (31 Juli-3 Agustus), reli Selandia Baru (28-31 Agustus), dan reli Jepang (23-26 Oktober).

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

